Saturday, November 3, 2012

Ya Yesus - Behind The Song



Selalu ada cerita di balik sebuah penciptaan lagu.
Selalu ada pesan di balik sebuah lirik.

Pada Rubrik “Behind The Song” kali ini,
Saya akan menceritakan tentang
cerita di balik penciptaan lagu “Ya Yesus

Lagu ini dapat diperoleh di Album “Ku Punya Bapa Yang Baik” Track 004.

So, Enjoy the Story and be blessed!


Proses Penciptaan Lagu

Lagu "Ya Yesus" merupakan lagu Sekolah Minggu pertama yang Saya ciptakan,
pada 19 November 2004

Setelah membuat lagu pertama kalinya dalam hidup pada 14 November 2004
(Lagu rohani dewasa berjudul "Cinta Kasih Yesus"),
saking terlalu senangnya,

karena ternyata saya bisa juga membuat lagu,
semangat menciptakan lagu itu masih membara.


5 hari kemudian, saya mencoba lagi membuat lagu yang sederhana.
Maka terciptalah lagu "Ya Yesus"


Lagu ini sangat sederhana karena hanya terdiri dari 5-6 kalimat.
Dengan nada / melodi yang mudah untuk diikuti anak-anak.


Lomba Cipta Lagu Rohani Anak Sekolah Minggu - 2005

Setelah menciptakan lagu "Ya Yesus"
saya tidak pernah lagi membuat lagu hingga kurang lebih setahun lamanya.

Hingga akhirnya, di bulan November tahun berikutnya (tahun 2005),
saya mendapatkan brosur mengenai acara Lomba Cipta Lagu Rohani Anak Sekolah Minggu yang diadakan oleh Badan Pengurus Daerah (BPD) GSJA wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Serang, Banten, dan Sumatra bagian Selatan.

Merasa kebetulan punya (hanya) satu lagu anak-anak, mengapa tidak saya ikutsertakan dalam lomba tersebut?

Karena masih newbie alias pemula,
toh tidak ada salahnya untuk sekadar mencoba, kan.
Puji Tuhan, kalau menang.
Kalau kalah? Tidak masalah. Yang penting sudah mencoba.

Ada satu kejadian yang tidak terlupakan
di malam hari saat saya baca brosur tentang lomba cipta lagu tersebut.

Merasa bahwa "masa lagu saya cuma satu?"

Saya langsung masuk kamar tidur saya.
Di otak saya, tiba-tiba terngiang nada-nada.
Saya langsung tumpahkan nada-nada itu.

Akhirnya lagu "Yesusku Berikan Damai" tercipta,
menemani lagu "Ya Yesus" untuk diikutsertakan dalam lomba tersebut.

Singkat cerita, lagu "Yesusku Berikan Damai" tidak menang dalam Lomba tersebut.

Tapi, lagu "Yesusku Berikan Damai" menjadi pemenang dalam hidup saya, sebagai: 
lagu-pertama-yang-saya-ciptakan-dengan-proses-yang-amat-sangat-cepat.

Mungkin diciptakan hanya dalam waktu 10 menit.
tanpa alat musik.
tanpa revisi yang banyak (mungkin hanya 10% revisi saja).
Hanya dengan bersenandung, kemudian... jadi.

Jangan tanya saya, "Kok bisa, Sher?"

Yah, Saya percaya ini hikmat dari Tuhan.

Karena saya sendiri juga bingung.
Yang jelas, dan yang saya ingat,
15 menit kemudian, setelah masuk kamar saya,
saya kembali lagi ke kamar orang tua saya,
"Pi, Mi, aku dapet lagu nih satu lagu sekolah minggu untuk dilombain"

Bulan Desember 2005, bersamaan dengan Perayaan Natal Pelayan Injil GSJA,
diumumkan bahwa Lagu "Ya Yesus" mendapat juara 4.
Alias juara harapan 1.
Alias Runner Up 3.

Puji Tuhan.
Meski bukan 3 besar, tapi yang jelas,
hari itu saya senang dan sangattttt bersyukur.

Hal ini bisa dikatakan sebagai Titik AWAL dalam hidup saya
untuk berkata pada diri saya sendiri,
"Saya mau dan akan sering-sering membuat lagu lagi."

Ohya, BTW, hadiah juara 4 nya ini:


Pajangan Tuhan Yesus menggendong Anak
Hingga saat ini, masih saya pajang
di Studio DoReMi Sehati
Sebagai Simbol Titik Awal saya bertekad
untuk terus bekarya bagi Tuhan

























Selain pajangan tersebut, saya juga mendapat hadiah sejumlah uang yang cukup lumayan untuk break even point alias balik modal dari pengeluaran uang pendaftaran lombanya. :)

Salah satu hal yang memotivasi saya lebih lanjut untuk terus berkarya, bukan karena title juaranya.

Bukan karena hadiahnya, ataupun uangnya.

Hal yang membuat saya sangat tergerak saat itu adalah, saya melihat kenyataan:
Bahwa Penyelenggara Lomba pun turut merasakan hal yang sama dengan apa yang saya rasakan:
1. Anak-anak kekurangan lagu sekolah minggu.
2. Anak-anak seharusnya butuh lagu yang sarat akan pengenala injil dan pengenalan akan siapa Tuhan mereka.

Penyelenggara lomba berharap, melalui lomba ini, akan tumbuh lagu-lagu Anak Sekolah Minggu yang memang layak, sesuai usia, dan yang terpenting : Alkitabiah (bukan lagu yang lebih banyak berisi tentang lagu pengetahuan umum, ciptaan Tuhan, dan malahan hanya sedikit membahas tentang Siapa Tuhan itu sendiri).

Dari situ saya semakin terpacu lagi.

Ya. Ternyata selama ini, bukan hanya saya dan papa saya saja yang merasakan itu.
Ternyata, ada orang-orang lain yang juga turut merasakannya.

Saya menyebutnya dengan... Sehati.

Satu hati, satu rasa, satu jiwa, satu pikiran, dan satu tujuan :)

Sejak saat itu,
berhubung saat itu sudah di penghujung akhir tahun,
saya berdoa dan meminta kepada Tuhan,
"Tuhan, kalau Tuhan izinkan, aku mau terus membuat lagu-lagu lagi."

Tahun 2006 (tahun berikutnya), Puji Tuhan, tercipta 10 lagu.

Tahun 2007, saya benar-benar serius dengan tekad tersebut.
Saya tulis pada Lembar Visi saya (semacam "Program / Rencana Satu Tahun")
"Dalam 1 bulan, Menciptakan Lagu minimal 1 buah lagu."

Satu yang saya percaya,

"Hikmat itu sulit untuk dicari, tetapi mudah bagi mereka yang mau meminta, dan Tuhan mau memberikannya."

Saya benar-benar percaya hal ini.
Karena itu saya mau untuk meminta hikmat itu pada Tuhan.
dan Puji Tuhan, Tuhan mau memberikannya.

Dalam doa saya, saya selalu katakan dan saya sering membayangkan bahwa:
Saya ini ibarat sebuah pipa yang bersedia untuk dialiri air-air hikmat Tuhan.
Hingga akhirnya, di ujung satunya pada pipa tersebut, mengeluarkan air yang baik.(Baca: Karya-karya lagu).

Kalau pipa itu kita tutup ujungnya,
bagaimana air tersebut akan mengalir ke dalamnya?
dan bagaimana pipa tersebut dapat membuahkan suatu karya?

Karena itu, dari kemauan, niat, kerinduan,
maka karya itu dapat tercipta. :)

Dari hasil "Program Satu Tahun : 1 Bulan 1 Lagu",
di Penghujung Akhir Tahun 2007,
saya mengevaluasi kembali apa-apa saja yang telah saya kerjakan pada tahun tersebut.
(Baca: Refleksi Akhir Tahun).

Guess what, ternyata ada 24 lagu baru tercipta pada tahun 2007.
Lebih banyak 100% dari yang saya targetkan.

A million thanks GOD! :)

Alhasil, begini "grafik" lagu ciptaan saya sebelum dan sesudah lomba:
2004: 2 lagu
2005: 2 lagu
*Lomba Cipta Lagu Rohani anak Sekolah Minggu Desember 2005*
2006: 12 lagu
2007: 24 lagu

Karena itulah, saya sangat mendukung lomba-lomba apapun yang diadakan untuk pengembangan talenta.

Terlepas dari apa tujuan acara tersebut, dan apa motivasi para pesertanya,
yang jelas, 
Kita tidak pernah tahu bahwa
Lomba-lomba semacam itu bisa mengubah hidup seseorang,
ataupun mengarahkan seseorang ke talenta yang akhirnya baru ia sadari.

Setidaknya, itulah yang saya alami... :)

Isi dan Pesan Lagu

Karena liriknya yang sangat sederhana,
Lagu ini mudah untuk diingat anak-anak.
Anak-anak ditanamkan untuk mengenal siapa Tuhan mereka.
Bahwa Tuhan Yesus sangat baik dan sayang padaku.

Selain itu, mencintai Tuhan Yesus dan menjadi anak yang baik,
adalah hal sederhana yang dapat mereka lakukan sebagai anak-anak Tuhan.

Suatu pesan yang sangat sederhana, singkat, 
namun mendasar 
untuk bisa selalu diingat dan 
ditanamkan kepada anak-anak sejak dini.


Proses Aransemen Lagu

Aransemen musik pada lagu "Ya Yesus" ini terbilang cukup sederhana.
Bernuansa konsep gitar ala Hawaii yang ringan dan menyejukkan, 
lagu ini lebih menitikberatkan pada aransemen vokal 
yang bervariasi dengan harmonisasi 3 suara.
Tetapi tetap tidak menghilangkan nuansa lagu yang sangat anak-anak.

Klik di sini untuk mendengar cuplikan dari lagu "Ya Yesus"





No comments: