Selalu ada cerita di balik sebuah penciptaan lagu.
Selalu ada pesan di balik sebuah
lirik.
Pada Rubrik “Behind
The Song” kali ini,
Lagu ini dapat diperoleh
di Album “Ku Punya Bapa Yang Baik” Track 004.
So, Enjoy the Story and be
blessed!
Proses Penciptaan Lagu
Lagu "Ya Yesus"
merupakan lagu Sekolah Minggu pertama yang Saya ciptakan,
pada 19 November 2004
pada 19 November 2004
Setelah membuat lagu pertama
kalinya dalam hidup pada 14 November 2004
(Lagu rohani dewasa berjudul "Cinta Kasih Yesus"),
saking terlalu senangnya,
(Lagu rohani dewasa berjudul "Cinta Kasih Yesus"),
saking terlalu senangnya,
5 hari kemudian, saya mencoba lagi
membuat lagu yang sederhana.
Maka terciptalah lagu "Ya Yesus"
Maka terciptalah lagu "Ya Yesus"
Lagu ini sangat sederhana karena
hanya terdiri dari 5-6 kalimat.
Dengan nada / melodi yang mudah untuk diikuti anak-anak.
Lomba Cipta Lagu Rohani Anak Sekolah Minggu - 2005
Setelah menciptakan lagu "Ya Yesus"
Dengan nada / melodi yang mudah untuk diikuti anak-anak.
Lomba Cipta Lagu Rohani Anak Sekolah Minggu - 2005
Setelah menciptakan lagu "Ya Yesus"
saya tidak pernah lagi membuat
lagu hingga kurang lebih setahun lamanya.
Hingga akhirnya, di bulan
November tahun berikutnya (tahun 2005),
saya mendapatkan brosur mengenai
acara Lomba
Cipta Lagu Rohani Anak Sekolah Minggu yang diadakan oleh Badan Pengurus Daerah
(BPD) GSJA wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Serang, Banten, dan Sumatra bagian
Selatan.
Merasa kebetulan punya (hanya) satu lagu anak-anak, mengapa tidak saya ikutsertakan dalam lomba tersebut?
Karena masih newbie alias pemula,
Merasa kebetulan punya (hanya) satu lagu anak-anak, mengapa tidak saya ikutsertakan dalam lomba tersebut?
Karena masih newbie alias pemula,
toh tidak ada salahnya untuk
sekadar mencoba, kan.
Puji Tuhan, kalau menang.
Kalau kalah? Tidak masalah. Yang
penting sudah mencoba.
Ada satu kejadian yang tidak terlupakan
Ada satu kejadian yang tidak terlupakan
di malam hari saat saya baca
brosur tentang lomba cipta lagu tersebut.
Merasa bahwa "masa lagu saya cuma satu?"
Saya langsung masuk kamar tidur saya.
Merasa bahwa "masa lagu saya cuma satu?"
Saya langsung masuk kamar tidur saya.
Di otak saya, tiba-tiba
terngiang nada-nada.
Saya langsung tumpahkan
nada-nada itu.
Akhirnya lagu "Yesusku Berikan Damai" tercipta,
Akhirnya lagu "Yesusku Berikan Damai" tercipta,
menemani lagu "Ya
Yesus" untuk diikutsertakan dalam lomba tersebut.
Singkat cerita, lagu "Yesusku Berikan Damai" tidak menang dalam Lomba tersebut.
Tapi, lagu "Yesusku Berikan Damai" menjadi pemenang dalam hidup saya, sebagai:
Singkat cerita, lagu "Yesusku Berikan Damai" tidak menang dalam Lomba tersebut.
Tapi, lagu "Yesusku Berikan Damai" menjadi pemenang dalam hidup saya, sebagai:
lagu-pertama-yang-saya-ciptakan-dengan-proses-yang-amat-sangat-cepat.
Mungkin diciptakan hanya dalam waktu 10 menit.
Mungkin diciptakan hanya dalam waktu 10 menit.
tanpa alat musik.
tanpa revisi yang banyak
(mungkin hanya 10% revisi saja).
Hanya dengan bersenandung,
kemudian... jadi.
Jangan tanya saya, "Kok bisa, Sher?"
Yah, Saya percaya ini hikmat dari Tuhan.
Karena saya sendiri juga bingung.
Jangan tanya saya, "Kok bisa, Sher?"
Yah, Saya percaya ini hikmat dari Tuhan.
Karena saya sendiri juga bingung.
Yang jelas, dan yang saya ingat,
15 menit kemudian, setelah masuk
kamar saya,
saya kembali lagi ke kamar orang
tua saya,
"Pi, Mi, aku dapet lagu nih
satu lagu sekolah minggu untuk dilombain"
Bulan Desember 2005, bersamaan dengan Perayaan Natal Pelayan Injil GSJA,
Bulan Desember 2005, bersamaan dengan Perayaan Natal Pelayan Injil GSJA,
diumumkan bahwa Lagu
"Ya Yesus" mendapat juara 4.
Alias juara harapan 1.
Alias Runner Up 3.
Puji Tuhan.
Puji Tuhan.
Meski bukan 3 besar, tapi yang
jelas,
hari itu saya senang dan sangattttt bersyukur.
Hal ini bisa dikatakan sebagai Titik AWAL dalam hidup saya
hari itu saya senang dan sangattttt bersyukur.
Hal ini bisa dikatakan sebagai Titik AWAL dalam hidup saya
untuk berkata pada diri saya
sendiri,
"Saya mau dan akan sering-sering membuat lagu lagi."
Ohya, BTW, hadiah juara 4 nya ini:
"Saya mau dan akan sering-sering membuat lagu lagi."
Ohya, BTW, hadiah juara 4 nya ini:
![]() |
| Pajangan Tuhan Yesus menggendong Anak Hingga saat ini, masih saya pajang di Studio DoReMi Sehati Sebagai Simbol Titik Awal saya bertekad untuk terus bekarya bagi Tuhan |
Selain pajangan tersebut, saya juga mendapat hadiah sejumlah uang yang cukup lumayan untuk break even point alias balik modal dari pengeluaran uang pendaftaran lombanya. :)
Salah satu hal yang memotivasi saya lebih lanjut untuk terus berkarya, bukan karena title juaranya.
Bukan karena
hadiahnya, ataupun uangnya.
Hal yang membuat saya sangat tergerak saat itu adalah, saya melihat kenyataan:
Bahwa Penyelenggara Lomba pun turut merasakan hal yang sama dengan apa yang saya rasakan:
Hal yang membuat saya sangat tergerak saat itu adalah, saya melihat kenyataan:
Bahwa Penyelenggara Lomba pun turut merasakan hal yang sama dengan apa yang saya rasakan:
1. Anak-anak kekurangan lagu sekolah minggu.
2. Anak-anak seharusnya butuh lagu yang sarat akan pengenala injil dan pengenalan akan siapa Tuhan mereka.
Penyelenggara lomba berharap, melalui lomba ini, akan tumbuh lagu-lagu Anak Sekolah Minggu yang memang layak, sesuai usia, dan yang terpenting : Alkitabiah (bukan lagu yang lebih banyak berisi tentang lagu pengetahuan umum, ciptaan Tuhan, dan malahan hanya sedikit membahas tentang Siapa Tuhan itu sendiri).
Dari situ saya semakin terpacu lagi.
Ya. Ternyata selama ini, bukan hanya saya dan papa saya saja yang merasakan itu.
2. Anak-anak seharusnya butuh lagu yang sarat akan pengenala injil dan pengenalan akan siapa Tuhan mereka.
Penyelenggara lomba berharap, melalui lomba ini, akan tumbuh lagu-lagu Anak Sekolah Minggu yang memang layak, sesuai usia, dan yang terpenting : Alkitabiah (bukan lagu yang lebih banyak berisi tentang lagu pengetahuan umum, ciptaan Tuhan, dan malahan hanya sedikit membahas tentang Siapa Tuhan itu sendiri).
Dari situ saya semakin terpacu lagi.
Ya. Ternyata selama ini, bukan hanya saya dan papa saya saja yang merasakan itu.
Ternyata, ada orang-orang lain yang juga turut
merasakannya.
Saya menyebutnya dengan... Sehati.
Satu hati, satu rasa, satu jiwa, satu pikiran, dan satu tujuan :)
Sejak saat itu,
Saya menyebutnya dengan... Sehati.
Satu hati, satu rasa, satu jiwa, satu pikiran, dan satu tujuan :)
Sejak saat itu,
berhubung saat itu sudah di penghujung akhir tahun,
saya berdoa dan meminta kepada Tuhan,
"Tuhan, kalau Tuhan izinkan, aku mau terus membuat lagu-lagu lagi."
Tahun 2006 (tahun berikutnya), Puji Tuhan, tercipta 10 lagu.
Tahun 2007, saya benar-benar serius dengan tekad tersebut.
saya berdoa dan meminta kepada Tuhan,
"Tuhan, kalau Tuhan izinkan, aku mau terus membuat lagu-lagu lagi."
Tahun 2006 (tahun berikutnya), Puji Tuhan, tercipta 10 lagu.
Tahun 2007, saya benar-benar serius dengan tekad tersebut.
Saya tulis pada Lembar Visi saya (semacam
"Program / Rencana Satu Tahun")
"Dalam 1 bulan, Menciptakan Lagu minimal 1 buah lagu."
Satu yang saya percaya,
"Dalam 1 bulan, Menciptakan Lagu minimal 1 buah lagu."
Satu yang saya percaya,
"Hikmat itu sulit untuk dicari, tetapi mudah
bagi mereka yang mau meminta, dan Tuhan mau memberikannya."
Saya benar-benar percaya hal ini.
Saya benar-benar percaya hal ini.
Karena itu saya mau untuk meminta
hikmat itu pada Tuhan.
dan Puji Tuhan, Tuhan mau memberikannya.
Dalam doa saya, saya selalu katakan dan saya sering membayangkan bahwa:
dan Puji Tuhan, Tuhan mau memberikannya.
Dalam doa saya, saya selalu katakan dan saya sering membayangkan bahwa:
Saya ini ibarat sebuah pipa yang bersedia untuk
dialiri air-air hikmat Tuhan.
Hingga akhirnya, di ujung satunya pada pipa tersebut, mengeluarkan air yang baik.(Baca: Karya-karya lagu).
Kalau pipa itu kita tutup ujungnya,
Hingga akhirnya, di ujung satunya pada pipa tersebut, mengeluarkan air yang baik.(Baca: Karya-karya lagu).
Kalau pipa itu kita tutup ujungnya,
bagaimana air tersebut akan mengalir ke dalamnya?
dan bagaimana pipa tersebut dapat membuahkan suatu karya?
Karena itu, dari kemauan, niat, kerinduan,
dan bagaimana pipa tersebut dapat membuahkan suatu karya?
Karena itu, dari kemauan, niat, kerinduan,
maka karya itu dapat tercipta. :)
Dari hasil "Program Satu Tahun : 1 Bulan 1 Lagu",
Dari hasil "Program Satu Tahun : 1 Bulan 1 Lagu",
di Penghujung Akhir Tahun 2007,
saya mengevaluasi kembali apa-apa saja yang telah saya kerjakan pada tahun tersebut.
(Baca: Refleksi Akhir Tahun).
Guess what, ternyata ada 24 lagu baru tercipta pada tahun 2007.
saya mengevaluasi kembali apa-apa saja yang telah saya kerjakan pada tahun tersebut.
(Baca: Refleksi Akhir Tahun).
Guess what, ternyata ada 24 lagu baru tercipta pada tahun 2007.
Lebih banyak 100% dari yang saya targetkan.
A million thanks GOD! :)
Alhasil, begini "grafik" lagu ciptaan saya sebelum dan sesudah lomba:
2004: 2 lagu
A million thanks GOD! :)
Alhasil, begini "grafik" lagu ciptaan saya sebelum dan sesudah lomba:
2004: 2 lagu
2005: 2 lagu
*Lomba Cipta Lagu Rohani anak Sekolah Minggu Desember 2005*
2006: 12 lagu
2007: 24 lagu
Karena itulah, saya sangat mendukung lomba-lomba apapun yang diadakan untuk pengembangan talenta.
Terlepas dari apa tujuan acara tersebut, dan apa motivasi para pesertanya,
*Lomba Cipta Lagu Rohani anak Sekolah Minggu Desember 2005*
2006: 12 lagu
2007: 24 lagu
Karena itulah, saya sangat mendukung lomba-lomba apapun yang diadakan untuk pengembangan talenta.
Terlepas dari apa tujuan acara tersebut, dan apa motivasi para pesertanya,
yang jelas,
Kita tidak pernah tahu bahwa
Lomba-lomba semacam itu bisa mengubah hidup seseorang,
ataupun mengarahkan seseorang ke talenta yang akhirnya baru ia sadari.
Setidaknya, itulah yang saya alami... :)
Isi dan Pesan Lagu
Kita tidak pernah tahu bahwa
Lomba-lomba semacam itu bisa mengubah hidup seseorang,
ataupun mengarahkan seseorang ke talenta yang akhirnya baru ia sadari.
Setidaknya, itulah yang saya alami... :)
Isi dan Pesan Lagu
Karena liriknya yang sangat sederhana,
Lagu ini mudah untuk diingat anak-anak.
Anak-anak ditanamkan untuk mengenal siapa Tuhan mereka.
Bahwa Tuhan Yesus sangat baik dan sayang padaku.
Selain itu, mencintai Tuhan Yesus dan menjadi anak yang baik,
adalah hal sederhana yang dapat mereka lakukan sebagai anak-anak Tuhan.
Suatu pesan yang sangat sederhana, singkat,
namun mendasar
untuk bisa selalu diingat dan
ditanamkan kepada anak-anak sejak dini.
Proses Aransemen Lagu
Aransemen musik pada lagu "Ya Yesus" ini terbilang cukup sederhana.
Bernuansa konsep gitar
ala Hawaii yang ringan dan menyejukkan,
lagu ini lebih
menitikberatkan pada aransemen vokal
yang bervariasi dengan harmonisasi 3 suara.
Tetapi tetap tidak
menghilangkan nuansa lagu yang sangat anak-anak.
Klik di sini untuk
mendengar cuplikan dari lagu "Ya Yesus"
.jpg)
No comments:
Post a Comment