Author


Meet the Woman Behind the Blog...

Lulusan Ilmu Komunikasi (Marketing Communication) Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII) yang saat ini bekerja sebagai Pengajar Musik, serta memiliki cita-cita untuk terus berkarya melalui Lagu-Lagu Ciptaannya yang dituangkan ke dalam suatu Album Rekaman.

So, This is Sherany Meigia...



Masa Kecil
Sejak kecil, Saya telah memiliki ketertarikan tersendiri terhadap seni.
“Sherany Kecil” senang menyanyi. Meski demikian, Saya sangat pemalu untuk dapat menyalurkan suara di depan banyak orang.

Saya mulai dibekali dengan Kursus Musik Anak di Yamaha Music Indonesia oleh orangtua sejak usia 4 tahun. Sejak saat itu, Kursus electone, piano, keyboard adalah “makanan” sehari-hari yang Saya selalu jalani setiap pulang sekolah.

Ada suatu pengalaman unik yang tak terlupakan saat kecil, saat sedang bermain dengan sepupu-sepupu. Saat itu, kami sedang berimajinasi untuk membuat sebuah negara baru yang kami namakan dengan nama Negara “Rokasaki”, lengkap dengan khayalan mengenai Ibu Kota, Pemimpin Negara, Bendera, serta tidak lupa, Lagu Kebangsaan.

Dengan sangat spontan serta disambut tawa terbahak-bahak oleh sepupu-sepupu Saya, Saya menciptakan Lagu Kebangsaan berjudul “I Love Roka” dengan lirik bahasa Inggris yang masih grammatically error, namun dengan melodi-khas-anak-anak yang masih Saya hafal hingga sekarang, yang tentunya, samasekali tidak cocok digunakan sebagai National Anthem yang seharusnya bernada syahdu dan khidmat.

Namun siapa yang menyangka, beberapa tahun kemudian, Menciptakan lagu, menjadi sebuah passion yang terus tertanam di dalam diri Saya.



Masa Remaja
“Sherany Kecil” yang pemalu dan cenderung minder mulai berubah, saat Saya mengikuti ekskul drama, kegiatan yang sebenarnya Saya pilih karena ikut-ikutan teman.

Suara Saya yang tadinya sangat lembut dan nyaris tak terdengar, akhirnya “pecah” juga karena latihan artikulasi dalam drama adalah hal yang rutin dilakukan setiap latihan.

Kepercayaandiri Saya semakin tumbuh, saat Saya terseleksi dan terpilih untuk mengikuti Drama Natal di sekolah. Saat itu saya masih ingat, peran yang saya dapatkan adalah menjadi Ibu sang pemeran utama, Nikita (Penyanyi Rohani). Titik balik tersebut, membuat Saya tak canggung lagi saat harus berhadapan dengan banyak orang dan tampil di depan umum.



Masa Menjelang Dewasa
Bermula dari niat untuk mengaransemen sederhana lagu ciptaan Ayah Saya, Saya malah merombak total nada yang telah diciptakan. Ayah Saya tentunya keberatan dengan hal tersebut. Beliau menyarankan untuk membuat lagu baru saja.

Akhirnya, 14 November 2004, lagu pertama Saya tercipta. Inilah titik awal Saya belajar berkarya melalui talenta yang belum Saya sadari kala itu.



Berkarya Melalui Lagu-Lagu Ciptaan
Akhir tahun 2005, Badan Pengurus Daerah dari denominasi Gereja Saya mengadakan Lomba Cipta Lagu Rohani Sekolah Minggu se-DKI, Sumatra bagian Selatan, dan Jawa Barat.

Saat itu, Saya baru menciptakan total 3 buah lagu, 2 lagu diantaranya adalah Lagu Sekolah Minggu yang akhirnya Saya daftarkan untuk Lomba. Puji Tuhan, Lagu “Ya Yesus” terpilih sebagai 3rd Runner Up Winner.

Title Juara dan jumlah hadiah bukanlah motivasi utama Saya untuk berkarya.

Hanya saja, Saya semakin rindu, untuk mendidik anak-anak mengenal siapa Tuhan mereka, melalui medium sebuah Lagu. Sejak saat itu, puluhan lagu Sekolah Minggu tercipta.

Saya sangat termotivasi untuk terus berkarya. Pada titik ini, saya benar-benar merasakan Passion saya semakin tumbuh dan bertumbuh.

Ya, Saya menyukai anak-anak, Saya mencintai musik, dan Saya senang berbagi dan mengajar. Mengapa tidak Saya mengemas ketiganya ke dalam suatu kegiatan? Mendidik anak-anak melalui medium sebuah Lagu.



Saya Mengagumi Mereka...
Hingga saat ini, Saya masih terus belajar dalam berkarya Menciptakan Lagu, baik lagu rohani maupun lagu sekuler.

Ratusan lagu kini telah tercipta melalui hikmat dari Tuhan. Saya sadar, angka ini masih tergolong sedikit untuk jangka waktu satu windu Saya berkarya, bila dibandingkan dengan Para Pencipta Lagu yang telah profesional di bidangnya.


Lagu-lagu Vina Panduwinata adalah salah satu dari banyak lagu yang Saya kagumi, yang cukup menginspirasi dan mendominasi nuansa lagu-lagu ciptaan Saya.

Nuansa lagu swing/R&B/8beat, berirama pendek-pendek, dan sedikit centil adalah style yang cukup melekat saat Saya menciptakan lagu.


Yovie Widianto adalah salah satu dari banyak Pencipta Lagu sekuler yang Saya kagumi. Musiknya yang easy listening, dengan iringan chord yang rumit, masih membuat Saya harus terus tetap belajar dan belajar.


Robert & Lea Sutanto adalah Pasangan Pencipta Lagu Rohani yang sangat menginspirasi Saya. Dapat berkarya bersama dengan orang yang disayangi pastinya akan lebih membahagiakan.



Berkarya dan Memberkati
Melalui Sehati Music, Saya akan terus bertumbuh dan berkembang mekar seperti bunga, sehingga pada akhirnya karya-karya yang tercipta dapat memberkati banyak orang.
To blossom and to bless!